You are currently viewing Grebeg Gethuk Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kota Magelang Ke-1120 Tahun 2026

Grebeg Gethuk Dalam Rangka Memperingati Hari Jadi Kota Magelang Ke-1120 Tahun 2026

MAGELANG – Alun-Alun Kota Magelang berubah menjadi lautan manusia pada Minggu pagi, 12 April 2026. Ribuan warga tumpah ruah untuk menyaksikan puncak peringatan Hari Jadi Kota Magelang ke-1120, yakni prosesi budaya Grebeg Gethuk. Di antara deretan peserta, kontingen dari Kelurahan Potrobangsan tampil menonjol dan berhasil mencuri perhatian penonton serta jajaran Forkopimda yang hadir.

Sebagai bagian dari tradisi tahunan, Kelurahan Potrobangsan menghadirkan Gunungan Kolaborasi yang melambangkan kemakmuran sekaligus kemandirian ekonomi. Sebuah harmoni visual yang memadukan dasar palawija sebagai simbol syukur atas kesuburan bumi dan ketahanan pangan yang menghidupi warga, ragam rasa UMKM sebagai kelimpahan potensi kuliner yang menghidupkan ekonomi keluarga, mulai dari hangatnya Roti Jahe, gurihnya Kerupuk Udang, hingga renyahnya Slondok dan Rengginang Udang kebanggaan kami, serta wastra unggulan yaitu Balutan Sarung Goyor “Botol Terbang” yang legendaris, melambangkan kehangatan dan kejayaan tradisi tenun yang telah mendunia yang dibentuk laksana burung merak yang indah sebagai puncak dari gunungan.

Tahun ini, kontingen Potrobangsan mengusung tema “Potrobangsan Nyengkuyung : Harmoni Tradisi dan Geliat Ekonomi di Gerbang Utara” bersama Bergodo Nyi Ageng Potro yang terdiri dari puluhan warga, mulai dari perangkat kelurahan, LPM, hingga perwakilan pemuda, ikut serta mengarak gunungan tersebut dari titik pemberangkatan menuju pusat Alun-Alun dengan balutan kostum tradisional yang anggun, santun dan gagah berwibawa.

Lurah Potrobangsan menyatakan bahwa persiapan untuk mengikuti Grebeg Gethuk tahun ini dilakukan secara gotong royong selama sepekan terakhir.

“Partisipasi kami dalam Grebeg Gethuk ke-1120 ini adalah wujud nyata kecintaan warga Potrobangsan terhadap Kota Magelang. Kami ingin menunjukkan bahwa di usia kota yang sudah lebih dari satu milenium ini, semangat kebersamaan di tingkat kelurahan tetap solid,” ujarnya di sela-sela acara.

Puncak acara terjadi saat Wali Kota Magelang memberikan aba-aba untuk memulai prosesi perebutan gunungan. Gunungan milik Kelurahan Potrobangsan menjadi salah satu yang paling cepat diserbu warga karena minatnya pengunjung terhadap gunungan yang telah disediakan.

Selain gunungan palawija dan UMKM dari 17 kelurahan, Kota Magelang juga menghadirkan gunungan gethuk utama yang diperebutkan pengunjung, menambah kemeriahan suasana di tengah terik matahari yang tak menyurutkan semangat warga.

Perayaan Hari Jadi Kota Magelang ke-1120 tahun 2026 ini mengusung misi penguatan identitas kota sebagai pusat budaya dan sejarah di Jawa Tengah. Kehadiran delegasi dari setiap kelurahan, termasuk Potrobangsan, menjadi pilar utama keberhasilan perhelatan akbar ini dalam menjaga tradisi Gethuk sebagai ikon UMKM khas Kota Magelang.

Leave a Reply